MEDAN, DELITIMES.ID – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mencoret anggaran untuk membantu biaya kegiatan Rally Danau Toba 2023. Demikian penjelasan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara Harun Mustafa Nasution.
Ia menyampaikan hal itu saat berlangsung diskusi panel oleh Forlispar bersama BPODT di Lantai 3 Adimulia Hotel, Kota Medan, Senin (13/2/2023). “Kita tidak tahu suatu hal, anggaran (Rally Toba) itu dicoret (Gubernur Sumut), tidak ada anggaran ini dibantu oleh Pemprov Sumut,” sebut Harun.
Namun begitu, Harun yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut itu optimis tanpa bantuan Pemprov Sumut, Rally Danau Toba 2023 akan tetap berjalan sukses.
“Kami sama Pak Wagub. Yakin bisa terselenggara dengan baik tanpa ada dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Mudah-mudahan doa kita bersama, bisa berjalan dengan baik,” jelas Harun.
Harun mengungkapkan bahwa rally merupakan olahraga otomotif yang lebih murah daripada MotoGP, yang memerlukan biaya besar untuk membangun sirkuit. “Dari semua even otomotif, paling murah menyelenggarakan. Mandalika harus ada sirkuit, biaya triliun rupiah,” ujarnya.
“Harapan kita, Indonesia Timur ada Mandalika, Formula E ada di Jakarta, Sumatera Utara lah ada rally. Rally tidak perlu sirkuit. Jalan rapikan sudah bisa kami main rally,” ucap Harun.
Harun menambahkan bahwa Rally Danau Toba 2023, merupakan even olahraga yang memberikan kontribusi besar dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemkab Simalungun mencatat PAD dari hotel selama rally Danau Toba 2022 lalu, sebesar Rp1 miliar lebih. Belum yang lainnya.
Diskusi panel itu sendiri bertema ‘Tantangan dan Peluang Pengembangan Pariwisata Olahraga di Kawasan Danau Toba’. Selain Ketua IMI Sumut, hadir juga sebagai pembicara, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. Kemudian ada Direktur Utama BOPDT Jimmy B Panjaitan dan ahli pariwasata Sumut Nurlisa Ginting.
Komitmen
Pada ksempatan itu, Musa Rajekshah mengungkapkan Rally Danau Toba 2023 tetap berjalan dengan baik sampai saat ini. Apa lagi, Danau Toba mendapatkan 2 series APRC yang mampu mendatangkan kunjungan wisatawan dengan jumlah besar.
“Pemprov Sumut tidak memberi biayai (Rally Danau Toba). Mungkin ada yang lebih penting dari even ini makanya dialihkan dananya. Tapi even kita jalan. Artinya kita tetap berkomitmen pasti jalan even ini,” ucap pria yang akrab dengan sapaan dengan Ijeck itu.
Ijeck yang juga merupakan pereli nasional itu, mengatakan ajang Rally Danau Toba 2023 bukan semata-mata memuaskan hobi saja. Tapi, mengendepankan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba memalui even ‘sport tourism’.
“Dengan sumbangsih daerah, harapan kita lebih besar dan ini tetap jalan. Saya yakin karena ini untuk kepentingan negara. Kepentingan daerah untuk mengangkat ekonomi masyarakat,” sebut Ijeck.
Rencananya, Rally Danau Toba 2023 akan menggelar satu series Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Asia Pasific Rally Championship (APRC). Di mana sesuai jadwal akan berlangsung September dan November 2023. (RED)




