MEDAN – Komisi I DPRD Medan merekomendasikan untuk melakukan seleksi ulang dalam perekrutan Kepala Lingkungan (Kepling) di 12 Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas. Rekomendasi tersebut muncul setelah temuan adanya dugaan manipulasi dukungan dalam proses seleksi yang merugikan salah satu calon.
Rekomendasi ini disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi I DPRD Medan bersama Lurah Timbang Deli, Camat Medan Amplas, dan Kepala Bagian (Kabag) Tapem Pemko Medan di ruang Banmus DPRD Medan, Selasa (21/1).
Ketua Komisi I DPRD Medan, Reza Pahlevi Lubis, yang memimpin rapat, didampingi oleh anggota Komisi I lainnya, Andreas Pandapotan Purba dan Muslim, menyatakan adanya kecurangan terkait dengan jumlah dukungan yang disyaratkan untuk calon Kepling. Akibatnya, salah satu calon gugur dari seleksi tersebut.
Dari penjelasan Lurah Timbang Deli, tercatat bahwa ada tiga calon yang mendapatkan dukungan dengan total 266 Kepala Keluarga (KK). Namun, jumlah warga yang tercatat di Lingkungan 12 Kelurahan Timbang Deli hanya 208 KK. “Ini adalah manipulasi yang jelas, ada akal-akalan dengan jumlah dukungan yang melebihi 60 KK dari jumlah warga yang sebenarnya,” tegas Reza.
Oleh karena itu, Reza meminta agar perekrutan Kepling di Lingkungan 12 diulang dengan melakukan verifikasi ulang terhadap jumlah warga yang sebenarnya. “Kami tidak akan ikut campur dalam siapa yang mendapatkan dukungan minimal untuk memenuhi syarat, namun kami berharap siapapun yang ditetapkan sebagai Kepling nantinya harus sesuai dengan aturan yang ada,” jelas Reza.
Lebih lanjut, Reza berharap agar proses seleksi dan perekrutan Kepling dilakukan secara transparan oleh pihak Kecamatan dan Kelurahan untuk menghindari masalah di masyarakat.
Reza juga menegaskan kekecewaannya terhadap kinerja Camat dan Lurah, terutama Lurah Timbang Deli, Vivi Andriani S.STP., MAP, yang disebut-sebut terlibat dalam masalah ini. Lurah Timbang Deli disebut-sebut memasukkan warga dari luar wilayah Deli Serdang dalam jumlah dukungan. Mendengar penjelasan tersebut, anggota dewan lainnya terlihat kecewa dan langsung menuding kinerja Lurah yang dinilai tidak profesional. (ds)




