Yayasan Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) terus bertransformasi

KOGANA Dorong Profesionalisme Relawan dan Solusi Lapangan Kerja

MEDAN, DELITIMES.ID – Yayasan Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) terus bertransformasi. Tak hanya sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana, namun kini juga melirik sektor pelatihan kerja sebagai wujud pemberdayaan anggotanya yang mayoritas merupakan aktivis dan relawan.

Langkah ini diawali dengan pertemuan penting antara KOGANA dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, Kamis (15/5/2025). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, KOGANA diwakili Benny Yudi Purnama dan Dr Herry T Frianto, sementara dari pihak Disnaker Sumut hadir langsung Kadis Dr M Ismael P Sinaga didampingi Kabid Pelatihan Gaharuman.

Upskilling dan Asuransi

Dalam perbincangan tersebut, mengemuka persoalan pentingnya surat keterangan keahlian (SKA) bagi para relawan dan kader KOGANA. Sertifikasi ini dipandang sebagai salah satu solusi strategis atas makin sulitnya akses ke dunia kerja, khususnya bagi para aktivis yang selama ini bekerja di sektor kerelawanan tanpa pengakuan formal atas kompetensinya.

Dr Ismael mendorong agar KOGANA mulai mempertimbangkan program ‘upskilling’ atau peningkatan keterampilan, agar para anggotanya bisa diakui sebagai tenaga profesional di bidang kebencanaan. Hal ini dinilai krusial, mengingat kebencanaan merupakan sektor yang membutuhkan keahlian khusus dan bersertifikat.

Topik lain yang turut mengemuka adalah perlindungan asuransi bagi tenaga relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Pihak Disnaker berharap agar KOGANA, sebagai lembaga yang aktif dalam isu kebencanaan, dapat mengusulkan dan menyuarakan hal ini hingga ke tingkat pusat, baik melalui jalur legislatif maupun kemitraan strategis.

Menanggapi hal ini, Benny Yudi Purnama menyampaikan bahwa sesungguhnya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Sumut sudah ada dan pernah menjadi wadah koordinasi multipihak (pentahelix) antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Namun, forum tersebut kini terkesan tidak berjalan optimal. Ditambah lagi, masa tugas FPRB Sumut yang berada di bawah BPBD dan di-SK-kan oleh Gubernur telah berakhir.

Kolaborasi Akademisi

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Sabtu (17/5/2025), KOGANA menggelar diskusi terbatas yang melibatkan unsur pembina dan para akademisi dari USU. Bertempat di Kopi Kereta Api Jalan Sena Medan, diskusi ini membahas potensi KOGANA untuk mendirikan atau bermitra dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), sekaligus menjajaki kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.

Program pelatihan yang digagas antara lain mencakup bidang elektronika, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang diarahkan untuk memperkuat soft skill dan inovasi relawan dalam konteks kebencanaan.

Salah satu pembina KOGANA, Budi Dharma SH menyatakan, bahwa hasil pertemuan akan segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat. “Dalam waktu satu minggu ke depan, kami akan mulai merealisasikan langkah-langkah konkret dari hasil diskusi ini,” tegasnya.

Pada kesimpulannya, transformasi ini menunjukkan bahwa KOGANA tidak hanya tanggap dalam aksi kebencanaan, tetapi juga berupaya membangun masa depan yang lebih baik bagi para relawannya. Penguatan kapasitas, pengakuan keahlian, serta perlindungan sosial melalui asuransi menjadi agenda penting yang diusung lembaga ini dalam menghadapi tantangan zaman. (REL)

Bagikan :