MEDAN, delitimes.id – Para ulama sepuh, masyaikh, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) se-Sumatera menyerukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar segera melakukan islah sebagai langkah terbaik dan paling maslahat untuk menjaga keutuhan jam’iyyah NU.
Seruan tersebut disampaikan dalam forum silaturahim ulama yang dipimpin Rais PWNU Sumatera Utara, KH Abdul Hamid Ritonga, bersama tokoh NU lintas generasi Buya Syekh Syahrial Ams dan para masyaikh serta ulama sepuh dari berbagai wilayah di Sumatera.
Dalam pengantarnya, KH Abdul Hamid Ritonga menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilandasi niat ikhlas untuk menjaga marwah NU sebagai organisasi para ulama.
“Kami berkumpul dengan niat lillahi ta’ala, berharap turunnya pertolongan Allah SWT agar tercapai islah di tubuh PBNU,” ujarnya.
Forum silaturahim tersebut menghasilkan satu sikap bersama, meskipun sebelumnya terdapat berbagai pandangan dan masukan dari para peserta. Sikap bersama itu kemudian dirumuskan sebagai pernyataan Ulama Sepuh, Masyaikh, dan Tokoh NU se-Sumatera.
Pernyataan tersebut memuat tiga poin utama. Pertama, menyerukan PBNU untuk sami’na wa atho’na atas dawuh masyaikh NU di Ploso dan Tebuireng demi kemaslahatan jama’ah dan jam’iyyah NU.
Kedua, islah dilaksanakan dengan melibatkan unsur Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA), Mustasyar, dan zuriyat muassis NU guna menegaskan kembali mandat Muktamar NU ke-34 di Lampung, yaitu KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2021–2026.
Ketiga, mengajak seluruh PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk mematuhi dawuh para masyaikh NU serta memperbanyak istighatsah dan doa demi kekuatan dan kejayaan NU, kemaslahatan umat, kemajuan bangsa, serta rahmat bagi seluruh alam.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh ulama sepuh dan tokoh NU dari berbagai provinsi di Sumatera, di antaranya dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung.
Silaturahim ulama ini berlangsung di Pesantren Mawaridussalam, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (14/12/2025) sore. (ds)




