ADVERTORIAL – Pidato Perdana Walikota dan Wakil Walikota Medan: Mengukuhkan Komitmen Untuk Pembangunan yang Lebih Baik

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Pertama Wali Kota Medan Periode 2025-2030 di gedung paripurna DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1, Petisah Tengah, Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Selasa (04/03/2025) pagi.

Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, SPd, MPd B, saat membuka Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Perdana Walikota Medan periode 2025-2030, menyebutkan bahwa estafet kepemimpinan di Kota Medan menandai dimulainya babak baru dalam upaya memajukan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.

Menurutnya, proses demokrasi yang telah berlangsung menjadi momen penting dalam perjalanan roda pemerintahan di Kota Medan. Proses ini juga meneguhkan komitmen kepala daerah untuk melaksanakan amanah dan tanggung jawab selama lima tahun ke depan.

“Ini adalah momen penting untuk meneguhkan komitmen kepala daerah dalam menjalankan amanahnya selama lima tahun ke depan,” ungkap Wong saat memimpin rapat didamping pimpinan DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen, S.K.M, dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Hadi Suhendra, dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar).

Di hadapan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Haharap serta unsur Forkopimda Kota Medan, Ketua KPU Kota Medan, Mutia Atiqah, Ketua Bawaslu Kota Medan, David Reynold, dan tamu undangan lainnya, Wong menyebutkan, bahwa berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 100.2.4.3/4378/SJ mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang telah dilantik diminta untuk menyampaikan pidato sambutan pada sidang paripurna di masing-masing provinsi, kabupaten, dan kota.

“Seperti yang kita ketahui, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, bersama dengan kepala daerah lainnya di seluruh Indonesia, telah dilantik oleh Presiden RI, Prabowo, pada 20 Februari lalu di Jakarta. Kami mengucapkan selamat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Kami yakin dengan kepemimpinan mereka, Kota Medan akan terus berkembang dan mengalami kemajuan signifikan dalam lima tahun ke depan,” ungkap Wong.

Wong Chun Sen juga menambahkan bahwa dalam menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri tanggal 23 Februari 2025, Nomor 900/833/SJ tentang penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah dalam APBD Tahun Anggaran (TA) 2025, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bersama. Di antaranya adalah efisiensi dalam APBD TA 2025, dengan memprioritaskan pengeluaran yang mendesak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal ini bertujuan mendukung pencapaian 8 misi atau Asta Cita, serta 17 program prioritas dan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

“Selanjutnya, hasil efisiensi APBD akan dialihkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sanitasi, serta optimalisasi pengendalian inflasi melalui Pemko Medan. Terutama melalui fungsi pengawasan anggaran dan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang sangat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan tersebut, katanya, DPRD Kota Medan berkomitmen menjadi mitra strategis yang konstruktif, kritis, dan kolaboratif dalam mempercepat kemajuan pemerintahan dan pembangunan di Kota Medan.

“Untuk mewujudkan Kota Medan yang lebih maju dan sejahtera, DPRD Kota Medan akan terus berupaya mengoptimalkan pembentukan Perda yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia usaha,” bebernya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu juga mengaku, DPRD Kota Medan akan memperkuat pengawasan berbasis data terhadap penggunaan anggaran daerah, memastikan alokasi anggaran dilakukan secara efektif dan efisien, serta berpihak pada kepentingan pelayanan publik.

“Kami akan menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan mediator dalam penyelesaian berbagai permasalahan Pembangunan. Dengan itu, kami akan mendukung inovasi dalam pembangunan kota melalui pendekatan berbasis data dan partisipasi publik,” tukasnya.

MEMBANGUN KOTA MEDAN

Sementara itu, Wali Kota dan Wali Kota Medan periode 2025-2030, Rico Tri Bayu Putra Waas dan H. Zakiyuddin Harahap pasca dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato pertamanya di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dihadapan para mantan Walikota Medan, Sultan Deli Sri Paduka Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam Sah, alim ulama, pimpinan OPD Pemko Medan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

“Saya mengucapkan puji dan syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada hari ini kita bisa berkumpul di tempat yang sangat sakral ini. Tentunya, ini adalah momen bersejarah, di mana kami menyampaikan pidato pertama kami sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan,” ujar Rico.

Ia melanjutkan, “InsyaAllah, pidato pertama ini akan membawa manfaat bagi kita semua, khususnya masyarakat Kota Medan.”

“Saya merasa sangat terhormat dan bangga bisa berdiri di sini. Saat saya memasuki ruang paripurna tadi, saya disambut dengan lagu ‘Bagimu Negeri.’ Rasanya sangat menyentuh hati, karena dulu saya tidak pernah membayangkan bisa berada di sini, menyampaikan sambutan di hadapan anggota dewan yang terhormat,” tambah Rico.

Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menelaah dan merenung, apa yang ingin kita capai dalam pembangunan bangsa dan Kota Medan.

“Dengan introspeksi diri dan bekerja sama, kita dapat membangun Kota Medan yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Rico juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang telah menjalani proses politik dengan damai, termasuk pelaksanaan Pilkada 2024. “Akhirnya, kami dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, bersama dengan 481 kepala daerah lainnya. Ini adalah momen bersejarah yang tidak akan terlupakan,” imbuhnya.

Menurut Rico, pelantikan massal tersebut menjadi amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Kami dilantik dengan penuh penghargaan, dan dalam Retret tersebut kami mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan. Harapan dari Presiden Prabowo Subianto agar program Asta Cita dan efisiensi anggaran dapat dijalankan dengan baik,” bilangnya.

Lebih jauh saat menyampaikan pidatonya, Wali Kota Medan, Rico Tri Bayu Putra Waas memiliki program menarik dalam membangun Kota Medan. Bersama Wakilnya, Zakiyudin Harahap, Rico ingin menjadikan Medan sebagai Kota Bertuah.

“Bersama bang Haji Zakiyudin, kami akan berupaya menjadikan Medan sebagai Kota Bertuah,” kata Rico Waas pada pidato perdananya di rapat paripurna DPRD Medan.

Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan ada beberapa hal yang perlu digalakkan kembali untuk menjadikan Medan Kota Bertuah. Yakni lebih menghidupkan kembali ragam budaya, menjadikan kota yang berenergi, berbudaya, kota yang tertib, unggul, aman dan humanis. “Unsur-unsur inilah yang kami sebut Kota Medan yang bertuah,” tambah Rico Waas.

Bagi Rico, menjadi Wali Kota Medan tidak terlepas dari panggilan sejarah untuk melanjutkan apa-apa yang telah dilakukan para pendahulu sehingga menjadikan Kota Medan semegah sekarang. “Banyak perubahan yang telah kami lihat dan rasakan,” kata Rico.

Kota Medan yang di dalamnya terdapat beragam suku dan budaya, menurut Rico, menjadi kebanggaan yang harus dijaga. “Inilah Medan, Kota kebanggaan kita semua,” ujar Rico.


KOMITMEN

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, menyatakan siap menanti implementasi konkret dari komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Bayu Putra Waas, yang akan terjun langsung dalam pemberantasan narkoba dan judi online, khususnya di Kota Medan.

“Kami akan memantau gerak cepat Wali Kota Medan dalam pemberantasan narkoba dan judi online. Ini menjadi langkah penting yang sangat kami tunggu,” ungkap Syaiful saat dimintai keterangan usai rapat paripurna.

Politisi PKS ini juga menyoroti permasalahan utama yang dihadapi Kota Medan saat ini, yakni kemiskinan. Menurutnya, meskipun banyak tantangan lain, persoalan kemiskinan harus menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

“Ada banyak persoalan di Kota Medan, dan saya melihat kemiskinan sebagai masalah yang harus segera ditangani. Ini harus menjadi fokus utama dalam pemerintahan yang baru,” imbuhnya.

Syaiful, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Medan, menyebutkan bahwa masalah kemiskinan menjadi akar dari banyak persoalan lain, termasuk narkoba dan judi online. “Kita berharap kepemimpinan baru Kota Medan bisa menemukan formula yang tepat dalam menyelesaikan masalah ini,” lanjutnya.

Menanggapi sebutan “Gotham City” yang disinggung oleh Wali Kota Medan dalam pidatonya, Syaiful menegaskan bahwa persoalan mendasar di Kota Medan adalah kemiskinan. “Persoalan geng motor, kejahatan jalanan seperti begal, semuanya berkaitan erat dengan kemiskinan. Ini yang harus kita pecahkan,” katanya.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Bang SR ini berharap Wali Kota Medan dan segenap jajaran pemerintah kota dapat mengambil langkah terobosan dalam menciptakan program-program yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.
“Saya sangat menantikan langkah Pemko Medan dalam memberdayakan UMKM, digitalisasi UMKM, serta menciptakan peluang kerja yang lebih luas. Ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Medan,” pungkasnya. (ADVERTORIAL)

Bagikan :